Edukasi dan Pelatihan Relaksasi Otot Progresif sebagai Upaya Mengurangi Stres dan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai
DOI:
https://doi.org/10.59870/qtm8dj93Kata Kunci:
Kesehatan Jiwa, Lansia, Pencegahan penyakit, Relaksasi Otot Progresif, StresAbstrak
Lansia merupakan kelompok rentan yang mengalami berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial akibat proses penuaan. Peningkatan usia berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, gangguan tidur, dan penurunan fungsi fisik (WHO, 2024). Stres yang berlangsung dalam jangka panjang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan pelepasan hormon stres sehingga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, denyut jantung, gangguan tidur, serta berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular (Townsend & Morgan, 2023). Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas hidup lansia apabila tidak ditangani secara tepat. Hasil observasi awal dan diskusi dengan pengelola UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai menunjukkan bahwa sebagian lansia sering mengeluhkan kecemasan, sulit tidur, ketegangan otot, mudah lelah, serta kurang memahami teknik pengelolaan stres yang dapat dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif yang mudah diterapkan untuk membantu lansia mengelola stres sekaligus mendukung kesehatan fisiknya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan solusi berupa edukasi kesehatan tentang stres pada lansia dan pelatihan Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Relaksasi Otot Progresif merupakan teknik relaksasi dengan cara mengencangkan dan melemaskan kelompok otot secara sistematis untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa PMR efektif menurunkan stres, kecemasan, tekanan darah, dan meningkatkan kualitas tidur pada lansia (Hinkle et al., 2023). Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan kesehatan, pelatihan Relaksasi Otot Progresif, pendampingan praktik, evaluasi pengetahuan dan keterampilan, serta monitoring pelaksanaan latihan secara berkala. Target luaran yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengelola stres, tersusunnya booklet dan video panduan Relaksasi Otot Progresif, terbentuknya kegiatan relaksasi rutin di lingkungan UPT, publikasi pada jurnal pengabdian masyarakat, serta publikasi kegiatan pada media massa. Melalui kegiatan ini diharapkan lansia mampu meningkatkan kesehatan mental, mengurangi tingkat stres, dan menurunkan faktor risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan stress.