Edukasi Manajemen Stress dan Latihan Relaksasi Nafas Dalam Pada Lansia diUPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.59870/mrcccm91Kata Kunci:
Lanjut usia (lansia), Manajemen stres,, Teknik relaksasi, nafas dalamAbstrak
Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang terus meningkat dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 20% pada tahun 2045 (BPS, 2021).Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat meningkatkan kerentanan lansia terhadap masalah kesehatan, termasuk stress (WHO, 2026). Stres pada lansia dapat dipicu oleh penurunan kondisi kesehatan, kehilangan pasangan atau anggota keluarga, berkurangnya peran sosial, keterbatasan aktivitas, serta konflik dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Apabila tidak dikelola dengan baik, stres dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental serta menurunkan kualitas hidup lansia (WHO, 2026). Berdasarkan hasil observasi awal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, ditemukan bahwa sebagian lansia mengalami keluhan stres, gangguan tidur, kecemasan, dan ketegangan otot. Selain itu, belum tersedia program pengelolaan stres yang terstruktur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mengenali dan mengelola stres secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan. dan keterampilan lansia dalam mengelola stres melalui edukasi manajemen stres dan pelatihan teknik relaksasi napas dalam. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung teknik relaksasi napas dalam. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil yang diharapakan dari kegiatan pengabian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan lansia mengenai manajemen stres, mampu melakukan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri, serta terbentuknya perilaku pengelolaan stres yang positif. Melalui kegiatan ini diharapkan lansia mampu mengelola stres secara lebih efektif sehingga mendukung terwujudnya penuaan yang sehat dan peningkatan kualitas hidup lansia.